4 Tarian Tradisional Khas Bali


4 Tarian Tradisional Khas Bali - Bali memiliki beragam tari tradisional yang wajib Anda ketahui. Nah, Jika Anda sedang berlibur ke Bali, tidak ada salahnya untuk menonton tari tradisional khas Bali berikut ini.



1. Tari Trunajaya
Tari Trunajaya merupakan tari khas Bali yang berasal dari kata Teruna. Kata itu diambil dari kata pemuda yang ditemukan oleh Pan Wandres dan dalam perjalanannya disempurnakan namanya oleh I Gde Manik.

Tarian ini menceritakan tentang seorang laki-laki yang ingin memikat hati wanita, ini terlihat dari gerakan tarinya yang tegas dengan irama gamelan. Walau begitu, seiring dengan perkembangan zaman tarian ini tidak hanya dibawa oleh laki-laki saja namun juga laki-laki dan perempuan bersamaan. Tarian ini biasanya selalu diiringi musik gamelan Gong Kebyar, dan dapat dipentaskan dimana saja di Bali, jadi kalau ada pentas tari Trunajaya Anda bisa nonton tarian khas Bali ini.

2. Tari Barong
Barong sendiri merupakan tarian yang diwariskan jauh hari sebelum keberadaan agama Hindu. Tarian ini menceritakan tentang perseteruan antara kebajikan yang disimbolkan dengan barong, namun bukan barongsai ya, dan kejahatan yang digambarkan dengan sosok rangda.

Menurut beberapa literatur, kata dari Tari Barong, yakni “Barong” berasal dari asal kata “Bahruang” yang memiliki arti beruang. Wujud dari binatang barong ini menjadi nama dari tarian ini. Ada beberapa jenis barong, seperti Barong Bangkal, Barong Macan, Barong Asu, Barong Gajah, Barong Blasblasan, 

Baca Juga :

Barong Landung dan yang paling terkenal, yaitu Barong Keket atau Barong Ket yang menggambarkan perpaduan antara macan, singa dan sapi. Tarian ini biasa ditarikan oleh 2 orang laki – laki, yang satunya lagi memainkan bagian kepala dan yang lain berada di bagian ekor. 

3. Tari Kecak
Nah, tarian yang satu ini siapa yang tidak tau tari Kecak? Tari Kecak adalah tarian adat Bali yang sudah sangat terkenal di Indonesia maupun mancanegara dan telah menjadi salah satu pertunjukan khas yang diburu oleh para wisatawan.

Tarian ini diciptakan oleh Wayan Limbak dan Walter Spies pada tahun 1930, kerja sama masyarakat asli bali dan oleh seniman Jerman, tarian ini menceritakan tentang epic Ramayana dan rata-rata yang menari Tari Kecak adalah laki – laki.

Kalau Anda lagi jalan-jalan ke Bali sisihkan waktu kurang lebih 30 menit untuk melihat pertunjukan Tari Kecak yang ada di sekitar jalan, maka kamu akan melihat para penari yang duduk melingkar dan menyerukan “cakcakcak” sembari mengangkat kedua lengan. Hal tersebut merupakan ciri khas tari kecak dan menggambarkan tentara kera saat membantu Rama melawan Rahwana. 

4. Tari Pendet
Pada awalnya, tarian adat khas Bali ini adalah sebagai bentuk pemujaan yang ditampikan di pura – pura di Bali. Tari Pendet bisa disebut sebagai tarian bentuk penyambutan atas turunnya para dewa ke dunia. Seiring dengan berjalannya waktu, para seniman tari di pulau Bali kemudian mengubah tarian tersebut menjadi sebuah tarian selamat datang. 

Sampai saat ini tari pendet menjadi tarian yang modern, ini terbukti oleh seorang pengajar tari khas Bali I Wayan Rindi yang mencintai budaya khas Bali, sehingga menjadi seorang pengajar tari Pendet dari generasi ke generasi, ia pun menciptakan koreograper Tari Pendet khusus upacara untuk pembukaan Asian Games di Jakarta. Dibuatnya koreograper Tari Pendet untuk ditarikan oleh kurang lebih 800 orang pada pembukaan Asian games tersebut.


0 Response to "4 Tarian Tradisional Khas Bali"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel