Kepercayaan Umat Hindu Terhadap Ajaran karma Sebagai Aspek Kehidupan

Kepercayaan Umat Hindu Terhadap Ajaran karma Sebagai Aspek Kehidupan - Dalam ajaran umat Hindu di Bali, terdapat salah satu ajaran yang dapat mempengaruhi aspek kehidupan yakni adalah Ajaran karma. Hukum karma merupakan salah satu ajaran agama Hindu yang cukup rumit sehingga dibutuhkan suatu pemahaman yang betul-betul mendapat.


Dalam ajaran umat Hindu, memandang hukum karma sebagai hukum alam mengenai sebab dan akibat yang menyangkut dalam hukum moral yang impersonal. Hukum karma ini merupakan suatu yang hidup maupun tidak hidup. Hukum karma dapat terjadi karena ada sebabnya. Untuk itu, tidak mungkin sesuatu terjadi atau muncul jika tidak ada suatu sebab.

Itu artinya, tidak ada sesuatu yang muncul tanpa adanya sebab awalnya. Bila sesuatu terjadi akibat kejadian yang dulunya pernah terjadi dan menghasilkan kejadian berikutnya maka itu disebut sebagai sebab.

Dalam teori relativitas yang berbunyi “Dengan adanya ini, maka terjadilah itu. Dengan timbulnya ini, maka timbulah itu. Dengan tidak adanya ini, maka tidak adalah itu. Dengan lenyapnya ini, maka lenyaplah itu”.

Baca Juga :

Pernyataan tersebut muncul dalam ajaran agama Hindu yang menekankan keyakinan adanya Tuhan yang Maha Esa atau Hyang Widhi sebagai suatu Yang Agung, Suci, Mulia, Mutlak dan Impersonal. 

Hukum karma tidak sama dengan hukum sebab akibat. Dan hukum relativitas merupakan hukum yang membahas mengenai alam semesta yang terjadi dan bekerja dengan sendirinya. Menurut hukum relativitas, alam semesta adalah dinamis dan selalu berubah secara relative.

Perubahan tersebut ada yang berlangsung cepat da nada yang berlangsung secara perlahan sehingga perubahannya tidak begitu Nampak atau sulit dimengerti oleh orang yang kurang cermat memahami sesuatu.

Dalam aspek kehidupan, hukum karma meliputi fisik dan psikis. Hal ini berlaku bagi keberadaan manusia dan binatang karena mereka merupakan fenomena relative yang ada karena adanya sebab seperti adanya makanan, minuman, matahari, dunia dan sebagainya.

Makhluk hidup pasti mengalami perubahan, pasti muncul dan pasti lenyap. Begitupun semau yang ada di dunia ini, baik dengan alam semesta, galaksi, tata surya dan lain sebagainya.

Ajaran karma dalam agama Hindu termasuk dalam hukum moral karena menitikberatkan pada perbuatan-perbuatan manusia yang dilakukan. Baik perbuatan jasmani, ucapan hingga pikiran. Perbuatan tersebut diklarifikasikan sebagai karma apabila perbuatan tersebut terjadi lagi kepada dirinya atas apa yang dilakukannya dengan adanya niat sengaja.

Karma dalam suatu perbuatan aspek moral tentu mencangkup nilai-nilai etika yang baik maupun yang buruk. Jauh lebih luas dari konsep benar atau salah. 

Prinsip dasar dari hukum karma yakni barang siapa yang menanam hal itu maka dia yang akan memetik hasilnya. Baik itu hasil yang baik atau yang buruk, baik menyenangkan atau tidak menyenangkan itu tergantung dengan apa yang dilakukan sebelumnya.

Baca Juga : 

Biasanya seseorang yang sudah melakukan suatu yang buruk akan menderita karena dirinya menerima hasil perbuatanya sendiri. Karena dia sendirilah yang menanam perbuatan tersebut hingga perbuatan yang pernah dilakukannya berbalik menimpanya.

Apabila seseorang melakukan perbuatan buruk, sebaiknya segera menyadari akan perbuatannya yang salah. Sehingga karma buruk yang nanti menimpanya tidak terlalu berat karena dirinya harus melakukan banyak perbuatan baik untuk menebus kesalahannya dimasa lalu.

Sementara seseorang yang melakukan hal positif maka dirinya akan menerima hal positif di kemudian hari. Seperti dirinya menanam bibit di tanah dan memetik hasil terbaiknya.

Dalam ajaran agama Hindu di Bali, sudah ditunjukkan bahwa sifat dasar dari kenyataan yakni seluruh umat seharusnya menjalankan kehidupan berdasarkan patuh pada aturan, hukum karma, sebab dan akibat.

0 Response to "Kepercayaan Umat Hindu Terhadap Ajaran karma Sebagai Aspek Kehidupan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel