Ritual Pembersihan Diri Menurut Kepercayaan Agama Hindu


Ritual Pembersihan Diri Menurut Kepercayaan Agama Hindu - Bagi wisatawan yang pernah berkunjung ke Bali, mungkin tidak asing dengan adanya suatu upacara atau ritual tertentu yang terjadi disana. Ada satu upacara atau ritual yang hingga saat ini masih dilaksanakan tradisinya dengan sangat baik secara turun temurun yakni Upacara Melukat.


Upacara melukat merupakan upacara dalam agama Hindu yang bertujuan untuk membersihkan diri atau mensucikan diri. Upacara ini menggunakan Air (Tirtha) sebagai media untuk membersihkan diri.
Menurut kepercayaan agama Hindu, air (tirtha) dinilai merupakan sesuatu yang suci yang memberikan kehidupan makhluk hidup yang merupakan anugerah istimewa dari Sang Hyang Widhi. Oleh karena itu, hampir semua seluruh ritual atau upacara Hindu selalu terlihat menyajikan air sebagai bagian dari prosesnya.

Melukat memiliki arti ‘penyucian’. Melukat berasal dari kata Su dan lukat yang artinya mensucikan diri untuk memperoleh kebaikan. Media air (tirtha) ini digunakan dalam proses upacara tersebut. Air (tirtha) dianggap mampu membersihkan diri dan pikiran dari hal-hal negative yang dapat merusak.

Baca Juga :
Air (tirtha) juga dipercaya dapat menghilangkan pengaruh buruk yang ada dalam diri manusia. Biasanya upacara melukat ini dipimpin oleh seorang pemangku. Kemudian upacara ini juga dihadirkan sesajian seperti canang sari yang diberikan mantra-mantra.

Pada upacara melukat, orang yang akan diupacarai dimantrai terlebih dahulu oleh pemangku. Kemudian setelah pembacaan mantra selesai, seluruh umat hindu yang melakukan upacara disiram dengan air kelapa gading dan mandi di air kelapa gading.

Setelahnya, upacara dialnjutkan dengan membasuh diri di mata air yang diyakini dapat membawa berkah. Upacara melukat bertujuan untuk membersihkan diri baik lahir maupun batin seseorang manusia.

Biasanya, upacara melukat ini dilaksanakan di tempat yang dekat dengan sumber air seperti kolam mata air suci, sugai, atau laut. Siapapun boleh mengikuti upacara ini. Dan siapapun yang mengikuti prosesi upacara ini wajib menggunakan kamen atau semacam sarung adat khas bali yang dikenakan umat Hindu untuk bersembahyang di pura.

Namun, bagi wanita yang sednag mengalami datang bulan atau haid maka tidak diperbolehkan untuk mengikuti upacara tersebut serta memasuki area pura. Sebenarnya tidak ada waktu tertentu untuk melaksanakan upacara melukat. Upacara melukat bisa dilakukan kapan saja setiap kali diperlukan.

Setelah mengetahui prosesi upacara melukat, kini kita bahas mengenai makna adanya upacara melukat.

Umat hindu di bali mempercayai bahwa setiap manusia memiliki sifat di dalam diri yang kotor. Oleh karena itu, sifat kotor tersebut harus dibersihkan dan dibuang dari dalam diri manusia tersebut. Untuk membuang sifat kotor dalam diri kita, maka diperlukan melaksanakan upacara melukat.

Dengan melaksanakan upacara melukat, maka diharapkan segala hal-hal negative dalam diri manusia baik secara jasmani dan rohani, lahir dan batin bisa kembali bersih dan suci. Tidak hanya itu, upacara melukat juga betujuan untuk membersihkan diri dan mempersiapkan diri untuk memulai kehidupan baru yang lebih baik dimasa selanjutnya.

Intinya, upacara melukat merupakan bagian dari pelaksanaan upacara Manusa Yadnya yang bertujuan untuk membersihkan dan mensucikan diri secara lahir maupun batin. Yang dibersihkan dari pelaksanaan upacara ini yakni hal-hal negative dan malapetaka yang dieproleh dari dosa-dosa pada perbuatan sebelumnya.

Cara untuk membersihkan dan mensucikan diri agar mendekatkan diri pads Sang Hyang Widhi yaitu dengan melaksanakan upacara melukat. Sang Hyang Widhi merupakan sumber kesucian. Untuk itu, guna mendekatkan diri dengan Sang Hyang Widhi maka diperlukan kesucian pada diri manusia. Dan cara membersihkan diri dan mensucikan diri yang bisa dilakukan adalah dengan cara mengikuti upacara melukat.


0 Response to "Ritual Pembersihan Diri Menurut Kepercayaan Agama Hindu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel